All Posts By

admin

Islam Bukan Warisan

By | Kajian Islam | No Comments

Bagaimana bisa Islam dianggap sebagai warisan manusia dan lingkungan? Apakah dengan sebab ini kita harus menyamakan diri dengan non muslim hanya karena alasan mereka juga tidak bisa memilih agama sejak lahir? berikut penjelasannya

Sumber: https://muslim.or.id/30005-islam-bukan-warisan.html

Islam Bukan Warisan Nenek Moyang dan Orang Tua

Agama Islam bukanlah agama yang semata-mata diwariskan dari nenek moyang atau dari kedua orangtuanya kepada anak-anaknya. Sudah terlalu banyak bukti bahwa Islam adalah agama fitrah yang sesuai dengan fitrah manusia.

Allah Ta’ala berfirman,

ﻓَﺄَﻗِﻢْ ﻭَﺟْﻬَﻚَ ﻟِﻠﺪِّﻳﻦِ ﺣَﻨِﻴﻔًﺎ ۚ ﻓِﻄْﺮَﺕَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﻓَﻄَﺮَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ۚ ﻟَﺎ ﺗَﺒْﺪِﻳﻞَ ﻟِﺨَﻠْﻖِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ۚ ﺫَٰﻟِﻚَ ﺍﻟﺪِّﻳﻦُ ﺍﻟْﻘَﻴِّﻢُ ﻭَﻟَٰﻜِﻦَّ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻟَﺎ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ

Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (Ar-Ruum: 30).

Al-Qurthubi membawakan makna fitrah dalam tafsir, yaitu bermakna Islam. Beliau berkata:

ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻣﺬ ﺧﻠﻘﻬﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﺁﺩﻡ ﺟﻤﻴﻌﺎ

“Maknanya yaitu Islam, Ini sejak Allah menciptakan nabi Adam dan seluruh manusia” (LIhat tafsir Qurthubi).

Islam Ada Sejak Zaman Nabi Adam

Perlu diketahui terkait tafsir Al-Quthubi bahwa memang agama Islam itu sudah ada sejak zaman Nabi Adam, karena pengertian Islam secara umum adalah sebagaimana berikut:

َﺍْﻹِﺳْﻼَﻡُ : َﺍْﻹِﺳْﺘِﺴْﻼَﻡُ ِﻟﻠﻪِ ﺑِﺎﻟﺘَّﻮْﺣِﻴْﺪِ ﻭَﺍْﻹِﻧْﻘِﻴَﺎﺩُ ﻟَﻪُ ﺑﺎِﻟﻄَّﺎﻋَﺔِ ﻭَﺍﻟْﺒَﺮَﺍﺀَﺓُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸِّﺮْﻙِ ﻭَﺃَﻫْﻠِﻪِ .

“Islam adalah berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk dan patuh kepada-Nya dengan ketaatan, dan berlepas diri dari perbuatan syirik dan para pelakunya” (Utsul Tsalatsah Syaikh At-Tamimi).

Semua Nabi dan Rasul Mendakwahkan Tauhid

Karenanya semua dakwah nabi dan para Rasul sama yaitu mendakwahkan tauhid dan berlepas dari kesyirikan. Allah berfirman,

ﻭَﻟَﻘَﺪْ ﺑَﻌَﺜْﻨَﺎ ﻓِﻲ ﻛُﻞِّ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺭَﺳُﻮﻻً ﺃَﻥِ ﺍﻋْﺒُﺪُﻭﺍ ﺍﻟﻠﻪَ ﻭَﺍﺟْﺘَﻨِﺒُﻮﺍ ﺍﻟﻄَّﺎﻏُﻮﺕَ

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut’” (QS. An-Nahl: 36).

Setelah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus dengan Islam dalam pengertian lebih khusus yaitu syariat Islam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Setelah beliau diutus semua agama harus mengikuti syariat Islam beliau. Beliau menjelaskan seandainya Nabi Musa hidup di zaman beliau maka harus mengikuti beliau. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ِ ﻟَﻮْ ﺃَﻥَّ ﻣُﻮﺳَﻰ ﻛَﺎﻥَ ﺣَﻴًّﺎ ﻣَﺎ ﻭَﺳِﻌَﻪُ ﺇِﻟَّﺎ ﺃَﻥْ ﻳَﺘَّﺒِﻌَﻨِﻲ

Seandainya Musa ‘alaihissalam masih hidup niscaya tidak diperkenan baginya melainkan dia harus mengikutiku” (HR. Ahmad).

Agama Islam Bukan Warisan

Agama Islam bukan warisan tetapi karena hidayah yang Allah berikan kepada yang dikehendaki sesuai dengan ilmu dan hikmah Allah. Buktinya misalnya, Ada orang yang orang tuanya Islam tetapi setelah baligh/dewasa ia malah murtab dan sebaliknya ada yang kedua orang tuanya non-muslim kemudian mendapat hidayah dan menjadi Islam.

-Nabi Nuh mempunyai anak yang tidak ikut agama nabi Nuh dan Nabi Nuh tidak bisa mewariskan kepada semua anaknya.

-Nabi Ibrahim tidak mendapatkan warisan ajaran bapaknya dan semua kaumnya yang menyembah berhala.

Sebagai bukti keadilan Allah, semua anak dilahirkan di atas fitrah yaitu agama Islam. Meskipun kedua orang tuanya bukan Islam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻛُﻞُّ ﺇِﻧْﺴَﺎﻥٍ ﺗَﻠِﺪُﻩُ ﺃُﻣُّﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮَﺓِ، ﻓَﺄَﺑَﻮَﺍﻩُ ﻳُﻬَﻮِّﺩَﺍﻧِﻪِ ﺃَﻭْ ﻳُﻨَﺼِّﺮَﺍﻧِﻪِ ﺃَﻭْ ﻳُﻤَﺠِّﺴَﺎﻧِﻪِ

Setiap manusia dilahirkan ibunya di atas fitrah. Kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi” (HR. Muslim).

Orang Tua yang Menjadikan Berbeda Agama?

Orang tua mereka yang memberi “cap” agama selain Islam. Ini hanya “cap” saja sampai mereka baligh. Jika sebelum baligh/dewasa mereka meninggal maka sebagai bukti keadilan Allah, mereka masuk surga semuanya. Karena memang mereka belum baligh dan belum bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Mereka dalam asuhan Nabi Ibrahim di surga sebagaimana dalam hadits berikut.

ﻭَﺍﻟﺸَّﻴْﺦُ ﻓِﻰ ﺃَﺻْﻞِ ﺍﻟﺸَّﺠَﺮَﺓِ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢُ – ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﻼَﻡُ – ﻭَﺍﻟﺼِّﺒْﻴَﺎﻥُ ﺣَﻮْﻟَﻪُ ﻓَﺄَﻭْﻻَﺩُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ

“Orang tua di bawah pohon adalah Ibrahim. Sedangkan anak-anak kecil yang ada di sekitarnya adalah anak-anak umat manusia (yang mati sebelum baligh).”

Pendapat ulama yang lainnya bahwa anak-anak yang belum baligh akan diuji lagi oleh Allah kelak sebagaimana orang buta, tuli dan orang yang memang tidak sampai ajaran Islam pada mereka sama sekali. Adapun jika telah baligh, mereka sudah bisa berpikir dan merenung serta sudah bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Mereka sudah bisa memilih dan membedakan mana yang baik dan buruk. Sangat jelas ajaran agama Islam adalah yang paling sesuai dengan fitrah dan logika manusia. Jika mencari agama selain Islam, maka akan merugi. Allah berfirman,

ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺒْﺘَﻎِ ﻏَﻴْﺮَ ﺍﻟْﺈِﺳْﻼﻡِ ﺩِﻳﻨًﺎ ﻓَﻠَﻦْ ﻳُﻘْﺒَﻞَ ﻣِﻨْﻪُ ﻭَﻫُﻮَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺨَﺎﺳِﺮِﻳﻦَ

Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Ali Imran: 85).

Tidak Bisa Memilih Islam Sejak Lahir

Sebagian orang protes dengan ketidakadilan bahwa orang-orang yang lahir dari orang tua dan tempat yang bukan beragama Islam maka dia otomatis tidak beragama Islam (tidak mewarisi Islam). Tidak demmikian, banyak yang keadaannya demikian tetapi bisa beragama Islam dan mendapatkan hidayah. Kemudian mengapa mereka hanya protes pada agama saja. Mengapa tidak protes dengan orang yang lahir ada yang pintar, ada yang bodoh. Ada yang lahir di keluarga kaya, ada juga yang lahir di keluarga miskin.

Yang benar adalah semuanya sudah ditetapkan dalam takdir Allah dan sesuai dengan ilmu serta hikmah Allah. Kita sebagai manusia dan Hamba-Nya sangat tidak layak bertanya-tanya “Mengapa Allah takdirkan ini, mengapa tidak Allah takdirkan itu.” Karena kita hanya hamba dan kitalah yang akan ditanya (diminta pertanggung jawaban) atas perbuatan kita sedangkan Allah tidak ditanya.

Allah berfirman,

ﻟَﺎ ﻳُﺴْﺄَﻝُ ﻋَﻤَّﺎ ﻳَﻔْﻌَﻞُ ﻭَﻫُﻢْ ﻳُﺴْﺄَﻟُﻮﻥَ

Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat -Nya dan merekalah yang akan ditanyai” (Al-Anbiya`: 23).

Tentu sangat tidak layak seorang pembantu/budak ketika di suruh majikannya kemudian protes, mengapa ia harus melakukan hal tersebut. Apalagi dengan Rabb pencipta, tentu sangat tidak layak.

Demikian semoga bermanfaat

@Yogyakarta Tercinta

Penyusun: dr. Raehanul Bahraen
Artikel Muslim.or.id

 

Sumber: https://muslim.or.id/30005-islam-bukan-warisan.html

Momba SDIT Ar Rahmah 17 Juli 2017

By | Info Sekolah | No Comments

Assalamu’alaikum Alhamdulillah pada hari ini kami sudah melaksanakan kegiatan Masa Orientasi Murid Baru (Momba) hari ini kegiatan yang kami lakukan dimulai dari Perekenalan antara Guru dan Murid perkenalan dengan lingkungan sekolah dan yang terakhir melakukan permainan…

santunan anak yatim dan dhuafa 14 Ramadan 1438

By | Info Sekolah | No Comments

“Aku dan pemelihara anak yatim, akan berada di surga kelak,” sabda Nabi Muhammad SAW, sambil mengisyaratkan dan mensejajarkan kedua jari tengah dan telunjuknya dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari. Dari hadis tersebut, Nabi Muhammad SAW, memiliki perhatian yang sangat besar kepada yatim piatu.

Parenting 29 Oktober 2016

By | Info Sekolah | No Comments

Assalamualaikum salam cerdas kreatif, Kita sebagai orang tua pastinya sudah tahu kalau pengaruh gadget atau smartphone sangat besar pada perkembangan anak-anak kita di zaman sekarang. Tentunya, bagi orang tua yang menerapkan aturan bijak mengenalkan gadget

Pencegahan Kenakalan Pra Remaja & Kedisiplinan Murid di Sekolah, Rumah dan Lingkungan Masyarakat

By | Info Sekolah | No Comments

Alhamdulillah…Hari ini Kami Tim BK SDIT AR RAHMAH mengadakan layanan informasi “Pencegahan Kenakalan Pra Remaja & Kedisiplinan Murid di Sekolah, Rumah dan Lingkungan Masyarakat” bekerjasama dengan POLRES METRO JAKARTA TIMUR U.P. BINMAS.

Hari / Tanggal : Senin, 17 Oktober 2016

Rangkaian Acara, sebagai berikut :

  • 06.40 – 06.45 : Pengkondisian Murid
  • 06.45 – 06.50 : Pembukaan dan Do’a
  • 06.50 – 07.20 : Penyuluhan Klasikal
    • Lapangan utama gedung I ( Kelas 1, 2 dan 3)
    • Lapangan gedung II ( Kelas 4, 5, dan 6)
  • 07.20 – 0.7.45 : coffe break
  • 07.45 – 08.00 : Pengkondisian murid di AULA
  • 08.00 – 09.00 : Bimbingan kelompok (sharing perwakilan kelas 3, 4, 5 dan 6)

Antusias murid sangat positif terhadap layanan informasi ini dan mereka berharap acara ini berkelanjutan. insyaAllah kami dari Tim BK akan terus mengadakan program-program  yang berkesinambungan dengan tugas perkembangan anak.

Kami mengharapkan saran dan kritik dari pembaca demi kemajuan kinerja Tim BK SDIT AR RAHMAH.

#Kerjasama dengan Penuh Keikhlasan#

“Salam Hangat Tim BK”

Family Gathering 16 – 17 September 2016

By | Info Sekolah | No Comments

dalam postingan ini kami (SDIT AR RAHMAH) cerita lain dari hari biasa. Biasanya aktivitas kami belajar dan mendampingi anak-anak untuk mengasah bakat dan prestasi belajar. Tak lupa kami sisipkan untuk mengasah terus motivasi belajar anak-anak. Tapi cerita kali ini lain loh, tentang “FAMILY GATHERING” .

Mengawali cerita perjalanan ke Villa Gardenia Lembang-Bandung. Saat itu 16 – 17 September 2016 tepatnya Jumat penuh berkah dan Sabtu yang menderu, kami Keluarga Besar Yayasan Abu Fachry dan SDIT AR RAHMAH pergi Family Gathering.

Taukah kalian, apa sih Family Gathering ???

Family Gathering adalah pertemuan keluarga. Bahasa umumnya sih… Berkumpul dengan keluarga besar. Alhamdulilah kami punya keluarga besar, hmm..sangat besar bahkan. Karena tak disangka dari 60 guru dan karyawan, ternyata bisa menjadi 160-an loh… Ayah-Ibu-Kakak-Adik-Om-Tante-Anak-Anak. Ramai dan seru banget pastinya.

Kami triakkk penuh semangat, WOW….. piknik kita teman, Akhirnya tanya kami terjawab, Bpk/Ibu Pembina Yayasan memberi nafas segar dalam cerita belajar kami. Kami diajak bertualang belajar dan rekreasi jauh dari buku dan bangku. Kami diberi kesempatan untuk share ditempat yang bisa membuat refresh.

Ini Family Gathering ke-3 loh, Di acara ini seluruh keluarga staf Yayasan Abu Fachry dan SDIT Ar Rahmah semua berkumpul dan bersenang-senang bersama. Namanya juga Family Gathering acara pasti dibuka dengan sambutan. tapi kali ini ceritanya lebih seru, acara langsung di buka dengan games asyik hasil kretivitas team acara…Namanya juga Bunda dan Yanda Guru idenya yang “mboten-mboten” aja, alias ada-ada saja. Games seru-seruan nga pandang siapa-siapa, semua wajib ikut berkotor-kotoran dengan tepung terigu. Hampir semua mendadak berubah menjadi badut tepung atau donat gula. Hihihihi….semua dikerjain panitia. Naluri anak-anak jadi muncul untuk saling balas lempar tepung. Ngga kebayang serunya. Apalagi setelah itu banyak yang nyebur ke kolam renang yang dinginnya wuidihhhhh….bbbrrrr..bbbrrrrr…

Tapi formalitas tetap ada, setelah makan malam kami baru mulai dengan sambutan dan ramah tamah. Bapak pembina banyak memberi inspirasi yang mengusung motivasi untuk terus menjadi pribadi yang sholeh-kretif-mandiri. Beliau menyampaikan dengan puisi yang syarat arti dan penuh makna. Terima kasih kami untuk Beliau yang besar kepedulian dan selalu berbagi kasih sayang pada kami semua.

Malam makin larut udara dingin Lembang dan gerimis tipis mulai menusuk kulit kami, next….waktunya untuk balik ke kamar masing-masing. Bobo cantik bersama keluarga menikmati nyamannya kamar yang berbeda.

Esoknya, event yang sudah dinanti pembagian hadiah dan doorprize. Duh rasanya deg-degan banget, Ibarat kata harap-harap cemas gitu loh… Tapi siapapun dia yang dapat yang penting semua menikmati acara ini.

Meninggalkan Villa Gardenia, ngga afdhol  klo belum mampir ke pabrik susu untuk belanja, dan makan di saung lengkap dengan hidangan khas sunda.

Semoga perjalanan kami banyak menuai cerita dan kesan yang menambah semangat kebersamaan.

Demikian cerita singkat kami teman’s, trimakasih.

 

Fun Cooking Kelas 4

By | Fun Cooking, Info Sekolah | No Comments

kelas masak atau yang biasa disebut Fun Cooking, anak yang fokus pada pendidikan untuk memberikan stimulasi tumbuh kembang anak sesuai usianya. Fun Cooking sendiri merupakan suatu kegiatan memasak yang dilakukan secara berkelompok dalam sebuah tempat untuk mengolah dan memasak dengan cara lebih terkonsep dengan benar.